01September2014

Choice You'r Language

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Soal Pengoplosan Raskin, Bulog Mengaku Lalai

Soal Pengoplosan Raskin, Bulog Mengaku Lalai

Made yulianti - lampungtoday.com

BANDAR LAMPUNG : Terkait beras untuk rakyat miskin (raskin) yang diduga dioplos di gudang Bulog Divisi Regional Lampung di Jalan Soekarno-Hatta, Campangraya, Bandar Lampung, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Bulog Divre Lampung, Suzana, mengatakan jika itu merupakan kelalaian pihaknya.

Menurut dia, beras tak layak konsumsi yang beredar di Lampung Utara (Lampura) itu, disimpan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre II Lampura, yang berlokasi di Desa Mulangmaya, Kotabumi Selatan itu berasal dari Jombang, Jawa Timur.

"Kami sudah memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian, akibat penyegelan gudang Bulog," jelas Suzana, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/5).

Pihaknya juga siap mengganti, karena itu merupakan kelalaian Bulog. "Seharusnya pada saat penyortiran itu, Bulog bisa lebih teliti," ungkap Suzana.

Dijelaskan, kasus tersebut terjadi pada Maret lalu, tapi mulai mencuat baru-baru ini.

"Sebenarnya Bulog sudah mengatasi masalah itu. Bulog juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar segera mengembalikan beras, apabila beras yang dibagikan tersebut tidak layak konsumsi," imbau Suzana.

Tentang perbaikan kualitas dan penyelesaian beras yang mutu rusak itu, lajut dia, Bulog memang wajib mengganti karena itu keputusan direksi perusahaan umum Bulog seperti tertera dalam No KD 21/DS200/01/2005, yang menjelaskan jika Bulog juga akan melakukan perbaikan kualitas dan penyelesaiannya dengan cara pengolahan kembali, penyegaran persediaan, penjualan dan pemusnahan.

"Sebenarnya, kejadian di gudang Bulog di Jalan Soekarno-Hatta itu tidak melanggar aturan, karena beras yang akan direprosesing sebanyak 4200 ton itu tidak menyalahi aturan. Bulog hanya melakukan penyegaran beras, karena UU tersebut ada di Pedum raskin 2013 yang dikeluarkan Menkokesra," urai Suzana.

Bberdasarkan UU tersebut, menurut Suzana, Bulog harus bertanggung jawab untuk kuantitas dan kualitas beras yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Diketahui, terungkapnya pengoplosan beras di gudang Bulog itu bermula dari kecurigaan warga. Kemudian, petugas melakukan pengecekan yang memang rutin dilakukan. Melihat ada proses pengoplosan beras itu, petugas lalu mengambil sampel dan meminta keterangan sejumlah saksi. 
 
"Petugas kami telah melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi, yaitu dua pengawas gudang bulog dan empat buruh. Jika sampel beras itu memenuhi unsur setelah dilakukan penelitian sampel, itu bisa dijadikan barang bukti," kata Kapolresta Bandar Lampung Kombes M. Nurochman, pekan lalu.
 
Kasus pengoplosan raskin itu masih dalam penyelidikan dan belum bisa memastikan adanya pelanggaran terhadap kasus tersebut.
 
"Kami sudah mengirim sampelnya ke BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan). Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, pemeriksaan juga belum selesai. Saya belum bisa memberi keterangan lebih lanjut. Jika selesai, nanti akan diinformasikan," kata Nurochman.

Add comment


Security code
Refresh

Kontak :

Jalan Lintas Timur Simpang Bawang Latak, Menggala Tulang Bawang - Lampung - Indonesia

Kritik & Saran Kirim Ke E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. , This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

  • Today News
  • Politik
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal

Newsletter

Silahkan berlangganan Berita dengan memberikan alamat e-mail Anda.