02October2014

Choice You'r Language

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

149 Kampung Telah Cairkan Dana GSMK

149 Kampung Telah Cairkan Dana GSMK

Arek Adhitiya – lampungtoday,com

Tulangbawang : Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kampung (BPMPK) Hamami Ria mengatakan progress pembangunan GSMK di Tulangbawang telah mencapai tahap sebesar 90% dikerjakan. Untuk tahun 2014 ini sebanyak 149 Kampung di 15 Kecamatan telah mencairkan dana program Gerakan Serentak Membangun Kampung tahap akhir.

"Sudah semuanya kita cairkan dana terakhirnya sebesar 30% sesuai dengan peruntukan dan tahapanya," ujarnya kemarin Kamis (02/10).

Hamami menambahkan untuk pencairan dana program GSMK terdapat dua kampung yang belum bisa mencairkan dana terakhir lantaran mengalami kendala dibangiaan administrasi. Dua Kampung tersebut diantaranya Kampung Panggung Mulyo Kecamatan Rawa Pitu, dan Kampung Bakung Udik Kecamatan Gedung Meneng Tulangbawang.

"Keduanya masih dalam tahap proses karena keduanya waktu mengajukan ada kendala masalah administrasi sehingga keduanya mengalami keterlambatan dalam pencairan tahap terakhir," jelasnya.

Dengan demikiaan Sambung Hamami dipastikan Program GSMK di 15 Kecamatan Se Tulangbawang akan segera terselesaikan 100% sebelum bulan Desember 2014 mendatang.

"Pasti karena setiap yang akan mencairkan harus menyelesaikan program GSMK sebesar 90% dikerjakan jadi karena semua sudah mencairkan berarti program GSMK sudah selesai dengan baik dan lancar dan saya yakin akan selesai sesuai target nantinya," pungkasnya.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 0

Musim Kemarau Warga Mesuji Waspada ISPA

Musim Kemarau Warga Mesuji Waspada ISPA

Erwin - lampungtoday.com
Mesuji : Warga Kabupaten Mesuji khususnya yang bertempat tinggal di sepanjang jalan ZA. Pagar Alam mulai mengeluhkan banyaknya debu-debu bertaburan dampak dari musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya akibat debu tersebut banyak warga mulai terserang penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Karno warga Mesuji yang rumahnya berada tepat di pinggir jalan ZA Pagar Alam mengeluhkan banyaknya debu yang bertebaran dan mengtori tempat tinggalnya. Selain itu ia juga mengeluhkan lambatnya Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Mesuji dalam menangani pengaspalan jalan yang ada di sepanjang jalan tesebut.

“ iya mas debunya banyak banget, Dinas PU juga lambat seharusnya jalan ini sudah diaspal sesuai janji pemerintah dulu. Tapi sampai sekarang belum juga di aspal”.

Wati warga Wiralaga Kabupaten Mesuji juga mengeluhkan banyaknya debu yang bertaburan di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam. Menurutnya dengan kondisi jalan yang seperti ini sangat menyulitkan dirinya. Pasalnya ia sebagai pedagang di pasar SP. Pematang merasa terganggu dengan kondisi jalan saat ini. Dan ia berharap Gubernur Lampung, Ridho Fichardo dapat segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut sesuai janji kampanyenya terdahulu.

Tumijan yang juga warga Mesuji mengatakan hal yang sama. Ia dan beberapa warga lainnya telah beberapa kali berobat ke Puskesmas setempat lantaran menderita Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).  

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 0

Inspeksi Mendadak PNS Mesuji Banyak Yang Tidak Masuk Kerja

Inspeksi Mendadak PNS Mesuji Banyak Yang Tidak Masuk Kerja

Erwin - lampungtoday.com
Mesuji:  Menyikapi sering terjadinya pegawai tidak mematuhi Peraturan Pemerintah Nomor: 53 Tahun 2010 membuat Sekertaris Daerah Kabupaten Mesuji Agus Salim dan jajarannya melakukan inspeksi mendadak ke beberapa kantor SKPD yang ada di kabupaten tersebut Selasa (30/9)  itu dilakukan untuk menimalisir angka bolos kerja bagi pegawai di Mesuji.

Dalam Sidak yang dilakukan Agus Salim selaku Sekda Mesuji bersama, Inspektorat, BKDD, di Dinas Sosial kabupaten setempat, Tim sidak menemukan ketidak disiplinan beberapa pegawai yang ada di beberapa dinas dan badan. Melihat kondisi kantor yang lengang, sontak ia emosi terhadap pegawai yang belum sadar dan memahami PP 53 /2010 tentang disiplin PNS. Sementara Agus Salim selalu menekankan terhadap bawahannya agar selalu mementingkat kepentingan masyarakat dari pada kepentingan Pribadi.

"Kalau ada dinas, pasti ada pimpinan dinas, maka bawahannyapun harus taat kepada pimpinan dan peraturan, jika memang kepala SKPD tidak sanggup untuk membangun dan membina kantornya sendiri, maka mundur saja dari jabatannya sebagai kepala SKPD, jika memang Mesuji diharuskan Disiplin maka jalan terbaik untuk mematuhi PP 53/2010 dapat diterapkan dengan baik oleh seluruh pegawai di Mesuji, "terang Agus Salim, MA.P selaku Sekda Mesuji itu.

Disisi lain, Dinsos merupakan Kantor yang berperan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, untuk itu pihak pemerintah daerah, melalui Inspektorat Mesuji, menegaskan terhadap pegawai didinas sosial tersebut, "dilakukannya Sidak di kantor merupakan bentuk evaluasi kerja setiap kantor, jika masih ada pegawai baik kepala SKPD bolos kerja, maka dengan tegas PP 53 tahun 2010 akan di tegakan dengan tegas, terlebih bagi PNS dan tak hanya di Dinsos saja, kantor lainpun demikian, "jelas Supratomo, kepala Inspektur Mesuji itu.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 5

Staf Bagian Keuangan Sekertariat DPRD Tulangbawang Jarang Ngantor

Staf Bagian Keuangan Sekertariat DPRD Tulangbawang Jarang Ngantor

 

Arek Adhitiya – lampungtoday.com

Tulangbawang :  Lagi - lagi kinerja Bagiaan Keuangan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulangbawang dikeluhkan. Setelah sebelumnya sejumlah anggota DPRD yang menilai kinerja Bagiaan Keuangan Sekretariat DPRD setempat buruk, Kali ini cibiran dan keluhan datang dari para pegawai yang menilai Bagiaan Keuangan Sekretariat DPRD tidak becus dalam bekerja.

Menurut salah satu PNS yang enggan disebutkan namanya mengatakan DPRD Tulangbawang selama ini kinerja bagiaan keuangan sekretariat DPRD Tulangbawang sangat tidak propesional. Sumber lampungtoday.com juga menambahkan selama ini bagaiaan keuangan tidak pernah berada di kantor DPRD Tulangbawang.

"Seminggu hanya masuk satu kali saja itupun hanya sebentar saja masuknya tidak ada satu jam jadi kalau sudah begeni bagaimana mana mau bekerja dengan baik bagiaan keuangan ini," ungkapnya.

Selain itu ia mengaku seluruh pegawai honorer DPRD Tulangbawang sampai saat ini belum ada yang menerima pembayaran gaji bulanan dan hingga kini gaji tersebut tertunggak hingga empat bulan. Akibat dari kinerja bagiaan keuangan yang tidak preposional dan tidak professional bedampak pada seluruh kegaiatan di Sekertariat Dewan.

"Lihat saja sejumlah anggota DPRD ngeluh, apalagi kami yang memang kerjanya full , yang jelas saya minta pihak terkait agar segera mengambil tindakan terhadap bagiaan keuangan DPRD agar kerja kami bisa lancar dan gaji kami segera dibayarkan," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Bagiaan Sekretariat DPRD Tulangbawang kembali diduga telah melakukan tindak kejatahan terhadap anggaran di DPRD setempat. Pasalnya seluruh dana anggaran yang ada di sekertariat diduga telah di salah gunakan oleh beberapa pejabat yang ada di sekertariat tersebut.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 1

Petugas Penyuluh Ujung Tombak Pembangunan Pertanaian

Petugas Penyuluh Ujung Tombak Pembangunan Pertanaian

 

Alpa – lampungtoday.com

Lampung Barat : Telah diketahui dan diakui penyuluh pertanian adalah ujung tombak dan garda terdepan dalam mengawal pembangunan pertanian. Peran tersebut sangat penting, dan guna memaksimalkan kinerja, peran dan kiprah penyuluh pertanian tersebut Sekkab Lampung Barat Nirlan, SH menginstruksikan para penyuluh di Kabupaten Lampung Barat yang tersebar di 15 kecamatan untuk dapat meningkatkan tugas dan fungsinya.

Hal tersebut disampaikan pada pertemuan dengan 58 Penyuluh kontrak yang digelar di Bumi Perkemahan Mini Taruna Tani BP2KP. Kegiatan tersebut ikut dihadiri oleh Kepala BKD Lampung Barat Akmal Abdul Nasir, SH, Inspektur Kabupaten Ibrahim Amin, serta Kepala BP2KP Samsi Mursalin.

“Bekerjalah dengan bagus apalagi kedepan masih banyak peluang yang ada. Untuk itu, dari saat ini para penyuluh harus mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan guna mendukung kedaulatan pangan yang menjadi prioritas saat ini dan kita berusaha untuk tidak bergantung dengan dunia luar, oleh sebab itu sebagai penyuluh harus bersinergi dalam melaksanakan upaya agar ketersediaan pangan dalam negeri dapat terpenuhi.

“Penyuluh harus lebih aktif jangan hanya mengandalkan teori tetapi harus terjun langsung  dan memberikan solusi pada permasalahan yang dihadapi petani, oleh sebab itu penyuluh diharapkan dapat menjadi yang luar biasa dengan membentuk mental yang kuat dan kemampuan yang bagus pula, karena petani tidak akan memulai tanpa contoh,” jelasnya.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 8

Subcategories

Kontak :

Jalan Lintas Timur Simpang Bawang Latak, Menggala Tulang Bawang - Lampung - Indonesia

Kritik & Saran Kirim Ke E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. , This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

  • Today News
  • Politik
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal

Newsletter

Silahkan berlangganan Berita dengan memberikan alamat e-mail Anda.