27February2015

Advetorial BPMPK Pemkab Tulangbawang

 
 

Kejagung Beri Pekerjaan Rumah ke Kejari Menggala

Kejagung Beri Pekerjaan Rumah ke Kejari Menggala

Arek Adhitiya - lampungtoday.com

Tulangbawang : Penuntasan sejumlah kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejati) Menggala mendapat penilaian cukup baik dari Inspektur III Kajagung Ri Bagiaan Pengawasan Wilayah Propinsi Lampung Sugeng.Hal itu diungkapkan Sugeng saat meninjau Kejari Menggala,Kamis (26/02/2015).

"Dan hasilnya lumayan baik, meskipun belum 100% dalam menyelesaikan semua tugas dan target yang telah ditentukan, Namun Kejari Menggala merupakan salah satu Kejari di Propinsi Lampung yang sangat baik dan maksimal dalam bekerja selama tahun 2014 lalu," terangnya saat melakukan peninjauwan di Kejari Menggala, Kamis (26/02).

Terkat kunjungannya, kata Sugeng, guna melakukan cros cek terhadap kinerja pihak Kejari Menggala. Dimana menurut Sugeng cros cek tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya setiap tahun di seluruh wilayah Propinsi Lampung sesuai dengan aturan dan ketentuaan yang berlaku.

Tujuan cros cek ini, lanjut lanjut Sugeng, agar pihaknya dapat memeriksa dan melihat langsung hasil kinerja pihak Kejari di seluruh Propinsi Lampung selama tahun 2014 lalu. Dan dirinya meminta agar Kejari Menggala Tulangbawang dapat menyelesaikan semua target kasus tahun 2015 ini. Dalam kunjunganya itu juga Sugeng mengaku untuk tahun 2015 ini pihaknya telah memberikan beberapa target dan pekerjaan rumah yang harus di selesaikan oleh pihak Kejari Menggala Tulangbawang.

"Untuk itu saya berpesan tahun 2015 ini pihak Kejari Menggala Tulangbawang dapat menyelesaikan semua target kami, dan tentunya di iringi dengan kerja yang maksimal serta kinerja juga harus lebih di tingkatkan lagi agar hasilnya bisa 100% tahun 2015 ini nantinya," katanya.

Sementara Kejari Menggala Zuhandi, mengatakan, untuk tahun 2015 ini pihaknya berjanji akan bekerja semaksimal mungkin. “Demi mencapai target yang telah diberikan , dan tentunya demi kesejahteraan masyarakat Tulangbawang yang bebas dari para korupsi ke depannya," ujarnya singkat.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 107

Wakapolres Mesuji Kritik Pemberitaan Media

Wakapolres Mesuji Kritik Pemberitaan Media

Erwin-lampungtoday.com

Mesuji: Wakapolres Mesuji, Komisaris Polisi (Kompol) Sigit M   kebakaran jenggot dan mengkritik pemberitaan di sejumlah media masa yang tidak jelas. Perwira menengah ini menilai apa yang diberitakan media terkait peristiwa yang sempat terjadi di wilayah hukum Polres Mesuji tak akurat dan berimbang.

Salah satu yang ia kritik keras mengenai pemberitaan beberapa media terkait penangkapan salah satu oknum polisi Polres Mesuji yang diduga melakukan pungli (pungutan liar).

" Bagaimana saya tidak bilang asal, yang kita amankan karena kedapatan melakukan pungli hanya 1 anggota, namun ditulis baik itu dikoran atau online 15 anggota. Apa tidak ngawur itu namanya," ujar Sigit dengan nada sedikit kesal.

Bukan hanya soal jumlah anggota yang tertangkap, Sigit juga tidak terima pangkatnya utrun satu tingkat, ini dikarenakan saat berita dimuat, media menyebut pangkatnya AKP yang seharusnya Komisaris Polisi (Kompol).

"Pangkat saya Kompol, tapi ditulis dalam media AKP. Kemudian apa yang dikonfirmasi tidak sesuai dengan yang ditulis. Tentu saya sangat menyayangkan wartawan yang semestinya menyajikan berita yang akurat dan berimbang, tetapi tidak mengetahui benar apa yang semestinya terjadi," sesalnya.

Menurut Sigit, semestinya dalam tugas dan fungsinya wartawan dituntut untuk mengedepankan kode etik jurnalistik. Kemudian dalam menyajikan karya tulisnya mesti benar-benar mengacu pada kenyataan yang ada, dan mesti akurat dan berimbang terlebih bila itu berita peristiwa.

Untuk itu dalam waktu dekat ini, dirinya rencananya akan mengumpulkan para wartawan khususnya yang bertugas di Kabupaten Mesuji. Dalam pertemuan itu nantinya akan dijelaskan soal kepangkatan di kepolisian.

" Insya Allah dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan pers. Untuk menjalin silahturahmi dan kita akan menjelaskan tentang kepangkatan dari Kepolisian, bukan bermaksud untuk menyinggung rekan-rekan. Tetapi agar kita tidak lagi menyalahi dalam penulisan kepangkatan. Dan dalam komfirmasi kami minta kepada rekan-rekan agar dalam pemberitaan itu berimbang atau jangan sampai menyimpang agar tak memperkeruh suasana," tandasnya.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 42

Sosialisasi Program Kemitraan Berujung Perdebatan Sengit

Sosialisasi Program Kemitraan Berujung Perdebatan Sengit

Roy-lampungtoday.com

Mesuji : Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Mesuji bersama dengan Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (P2HP) Wilayah VI Bandar Lampung mensosialisasikan program kemitraan kepada warga Labuhan Indah, Kawasan Hutan Register 45,  Sungai buaya, Mesuji, Kamis (26/02/2015).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh PT Silva Inhutani sebagai pemegang hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI) Register 45, dalam acara tersebut turut hadir, AKBP trisna Adiarsha,S.IK Polres Mesuji, Kodim 0426,nazzarudin,BA  Kesbangpol Mesuji, Mad Nur anggota DPRD kab Mesuji dan kepala adat Suai Umpu Drs,Heri Sinungan serta beberapa tokoh adat lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan Mesuji Murni mengatakan, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), wilayah Labuhan Indah masih termasuk ke dalam kawasan hutan Register 45. Untuk itu,pihak perusahaan dan pemerintah menawarkan kemitraan dalam menggarap lahan tersebut kepada masyarakat

"Masing-masing kepala keluarga boleh menggarap lahan tidak lebih dari dua hektar, sesuai dengab keputusan menteri kehutanan nomor 39. Tentang Pola kemitraan secara teknis adalah tumpang sari, Seluruh modal ditanggung perusahaan,degan  pembagian hasil yang dapat  dimusyawarahkan dengan perusahaan," jelas Murni kepada warga setempat.

Dia menegaskan warga tidak dikenakan pungutan untuk menggarap lahan di register. Pihaknya berharap jika warga mendapati ada oknum yang meminta-minta uang segera dilaporkan.

“Jika ada yang meminta uang atas nama kami, laporkan kepada pihak kepolisian," tegas Murni.

Sementara Kepala BP2HP VI Bandarlampung C. Hendro Widjanarko menjelaskan, jika posisi pemerintah sebagai mediator  dalam tahap negosiasi, pemerintah berada di tengah-tengah antara pihak perusahaan dengan masyarakat.

Dikatakan Hendro, ada prinsip-prinsip kesetaraan atau sama-sama untung, dan pihaknya siap memfasilitasi.

“ Kami siap membantu agar ada kesetaraan karena kemitraan ini jangka panjang,  dan kami meminta kepada masyarakat desa labuhan indah agar melakukan kemitraan dengan PT silva indhotani. Dengan kemitraan itulah masyarakat dapat melegalkan status mereka di kawasan register 45 sungai buaya kab mesuji degan pemerintah sebagai pasilitator,” jelas Hendro.

Anehnya, Camat Way Serdang, Hazairin justru enggan dengan pola kemitraan tersebut. Menurut Hazairin, kemitraan tak dapat di jadikan patokan untuk mendiami kawasan register 45. Apa yang disampaikan Hazairin ini bukan tanpa alasan, karena menurutnya kemitraan itu tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

Suasana sosialisasi ini akhirnya berubah menjadi perdebangat sengit, disatu sisi  sebagian masyarakat Desa Labuhan Indah justru menerima program kemitraan. “Kami setuju dengan program kemitraan, ya kalau kemarin itu kita gak ikut kemitraan karna waktunya sudah mepet dan masyarakat di sini juga belum di data, makanya kami terlambat ikup program kemitraan,”kata Narto salah satu warga setempat.
Sementara anggota DPRD Mesuji, Mad Nur  turut buka suara. Menurutnya, kawasan yang didiami masyarakat Desa Labuhan Indah adalah kawasan Regiter 45 Sungai Buaya Kabupaten Mesuji, maka masyarakat di minta untuk bermitra kepada PT Silva indothani.

“Nanti yang menjembatani Dishut Mesuji, program  kemitraan ini gak bisa di tawar lagi dan sebagai masyarakat yang mendiami kawasan tersebut haruslah mengikuti aturan yang yang telah di programkan,” kata Mad Nur.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 37

Heri Wardoyo: Kepsek dan Tenaga Pengajar Jangan Pusingkan Kurikulum

Heri Wardoyo: Kepsek dan Tenaga Pengajar Jangan Pusingkan Kurikulum

Robet Donking-lampungtoday.com

Tulangbawang: Wakil Bupati (Wabub) Tulangbawang (Tuba) Heri Wardoyo melantik dan mengambil sumpah jabatan dua kepala sekolah di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) setempat , Kamis (26/02/2015). Turut hadir dalam pelantikan tersebut Kadisdik Tulangbawang Firsada dan Kepala Badan Kepegawaian Yeni Utari.

Dua kepsek yang dilantik yakni Wijayanti Purnama Ningrum menjabat sebagai Kepsek SMP3 Banjaragung, Kecamatan Banjaragung dan Ratna sebagai Kepsek SD Negeri 3 Ujung Gunung, Kecamatan Menggala.

Dalam sambutannya Wabub Heri Wardoyo mengatakan, dunia belajar mengajar manusia menjadi dekat, pendidikan itu tidak ada hentinya.

“ Jadi jangan pernah lelah untuk meraih pendidikan setinggi mungkin. Di situ pengetahuan kita menjadi luas sehingga kita bisa melakukan banyak hal,”kata Wabub.

Dia menegaskan, bagi dua kepsek yang baru dilantik harus bisa menjadi inspirator sebagai pemimpin dalam bekerja dengan sistematis dan skematis, sehingga dalam melakukan suatu pekerjaan akan baik dan tepat sasaran.

Mantan wartawan sebuah koran harian di Lampung ini menmabahkan, para kepala sekolah dan tenaga pengajar tidak usah memusingkan kurikulum yang berubah-ubah seperti yang terjadi sekarang ini.

“ Fokus saja dan laksanakan dengan baik sebagai pengajar dalam bentuk kurikulum yang telah di tetapkan pemerintah saat ini,” tuntas Heri.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 37

Peredaran Narkoba di Lamteng Meningkat

Peredaran Narkoba di Lamteng Meningkat

Towo-lampungtoday.com

Lampung Tengah: Kinerja aparat Polres Lampung Tengah (Lamteng) patut diapresiasi atas keberhasilan korps baju coklat ini dalam operasi Cempaka yang resmi ditutup kemarin, Kamis (26/02/2015).

Kepala Satuan Narkoba Ajun Komisaris Polisi (AKP) Talen Hafis mengungkapkan, dalam operasi penutupan kemarin pihaknya berhasil mengamnakan sebanyak lima (5) kilogram ganja, shabu seberat 1 gram, dua  (2) senjata api (senpi)  standar, satu air shoutguns dan 60 butir peluru caliber 38, timbangan digital-1 sajam jenis badek- 3 budel plastik klip- 1 pirek - 4 korek Api- 6 Handphone .

“Untuk tersangka yang kami amankan sebanyak empat orang,” ungkap Talen Hapis.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Natar ini menuturkan kronologis penangkapan empat tersangka berawal saat pihaknya beroperasi di wilayah Desa Negri Katon Kecamatan Selaggai lingga, Kamis (26/02/2015) sekiatr pukul 00.45 WIB.

Empat pelaku yang tertangkap di wilayah tersebut diantaranya, (1) Darwis (43) warga Negri Katon Selagai Lingga,  (2) Muherli Desta (28)seorang honorer di Dishub Lampura, (3) Jodi Putra  (26) Warga Kelurahan Tanjung Aman Kecamatan Kotabumi, Lampura dan (4) Zulkifli (39) wiraswasta Warga  Kelurahan Kelapa Tujuh,  Kecamatan Kotabumi Selatan,Lampura.

“ Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat banyaknya pengedar shabu di wilayah tersebut,” ujar Talen Hafis yang pernah berdinas di Humas Polda Lampung itu.

Talen juga menambahkan, pihaknya  turut mengamakan pengedar ganja di sejumlah tempat, diantaranya; Fauci Nurcholis (25) Warga Kampung Restu Baru Rumbia yang ditangkap dengan barang bukti berupa tiga linting daun ganja dan satu ampel daun ganja.

Selanjutnya tersangka Heru resmana(25) jumat tanggal 6/2 kampung. Restu baru rumbia satu Ampel daun ganja, Aan tri Aji (35) Warga Septuih Mataram dengan barang bukti sebanyak 1 bungkus daun ganja dan 12 Ampel daun ganja, Meyka Saputra (25) Warga Kampung Adi Jaya Terbanggi Besar dengan barang bukti berupa 16 empel ganja, Yaumi Feri (23) Warga Bandar Jaya Barat Terbanggi Besar dengan barang bukti berupa dua bungkus besar ganja.

“Untuk penangkapan para pelaku ganja ini berdasarkan pengembangan atas pelaku lainnya,  sehingga dari semuanya kita berhasil amankan 5 kg ganja,” bebernya.

Dalam kesempatan itu juga, Kasat Reskim Polres Lampung Tengah AKP Harto Agung mengatakan, peredaran narkoba di wilayah hukum mereka sudah sangat meresahkan masyarakat.

”Sehingga kita berupaya membrantas sampai ke akarnya agar peredaran narkoba terhenti, selain itu senpi juga prioritas kita dari pengkapan ini akan kita kembangkan lebih lanjut, dimana mereka membeli dan berikut pelurunya pungkasnya. Mereka akan kita jerat beberapa pasal 114. Undang-undang darurat dengan ancaman 20 tahun penjara dan ada juga yang 5 tahun penjara,” pungkas Harto Agung.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 49

Subcategories

Kontak :

Jalan Lintas Timur Simpang Bawang Latak, Menggala Tulang Bawang - Lampung - Indonesia

Kritik & Saran Kirim Ke E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. , This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Newsletter

Silahkan berlangganan Berita dengan memberikan alamat e-mail Anda.