21September2014

Choice You'r Language

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Pengesahan APBD-P Lampung Utara Dewan Ajukan 2 Syarat

Pengesahan APBD-P Lampung Utara Dewan Ajukan 2 Syarat


Alex – lampungtoday.com

Lampung Utara : Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara angkat bicara soal tidak disahkannya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) 2014 oleh Legislatif setempat. " Politik ini kalau sudah masuk kedalam pemerintahan, luar biasa pengaruhnya," ucap Agung, Kamis (18/9). Diakuinya ada beberapa permintaan dari dua partai, jika ingin APBD-P dapat dibahas dan disahkan, agar Bupati segera menyerahkan dua nama Calon Wakil Bupati (Cawabup), serta meminta agar Sekdakab Samsir  diganti.

Agung pun dengan tegas menolak, karena menurutnya, antara eksekutif dan legislatif memiliki peran masing-masing. ” Ya nggaklah (menuruti permintaan). Itukan ada tahapan dan pembagiannya. Bupati tidak mencampuri urusan disana (DPRD), disana tidak mencampuri urusan kita (Pemerintah). Semua ada aturannya,” kata Agung.

Ketika ditanya, apakah keinginan dua partai itu, dapat dikatakan sebagai bentuk penekanan terhadap dirinya, Agung enggan berkomentar lebih jauh. ” Saya tidak berbicara begitu, silahkan saja dijabarkan sendiri oleh rekan-rekan wartawan,” tukasnya, sambil tersenyum.

Dia hanya menginginkan agar semua bisa diselesaikan dengan bijaksana. ” Kepada anggota DPRD yang baru mudah-mudahan bisa bekerjasama lebih baik lagi, dengan masyarakat maupun Pemerintah. Kita bekerja ini bukan untuk kepentingan suatu golongan atau pribadi. Dalam hal ini, baik Pemerintah atau pun DPRD bekerja bersama-sama untuk kepentingan rakyat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan bahwasannya pembahasan dua nama Cawabup antara partai koalisi yakni PKS, PKB, Hanura, PPP dan PKPI. " Aturan mainnya kan, Koalisi membahas dengan saya (Bupati). Baru nanti  diajukan ke Dewan. Nggak lama, kok," tandasnya. " Pokoknya kita (Pemerintah) berpegang pada aturan. Kalau aturannya ngomong enam bulan, ya... enam bulan. Kita nggak mundur-mundur waktu, koq," imbuhnya.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 31

Pasar Modern Simpang Pematang Mesuji Semerawut

Pasar Modern Simpang Pematang Mesuji Semerawut

Erwin - lampungtoday.com
Mesuji : Pasar modern Simpang Pematang yang baru diresmikan beberapa minggu lalu oleh Pemerintah Kabupaten Mesuji, terkesan semerawut. Pasalnya sejumlah pedagang yang pindahan dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) banyak menggelar daganganya di sudut-sudut pasar modren tersebut.

Iin (45) salah satu pedangan bakso asal yang sebelumnya berjualan di Tempat Penampungan Sementara mengaku terpaksa mengelar dagangannya di sudut belakang pasar lantaran tidak mampu membayar biaya sewa kios yang dinilai sangat tinggi.

"Ya mau bagai mana lagi, tempat saya dagang dulu sudah di gusur. Sedangkan untuk menghidupi keluarga saya bergantung dengan dagangan bakso ini. Kemudian untung saya dagang memang sedikit, kalo untuk bayar sewa ruko atau kios yang sampai puluhan juta mana saya sanggup," ungkap ibu bertubuh gemuk ini.

Sementara Kepaka Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Agus Haryanto ketika di konfirmasi mengatakan menurutnya lahan kosong yang berada di sudut pasar tersebut merupakan tempat parkir dan nantinya akan di jadikan taman untuk mempercantik suasana pasar.

"Para pedagang yang tidak menempati kios dan ruko tersebut akan kita tertibkan, namun untuk sementara kenapa tidak ditertibkan karena para pedagang yang menggelar dagangan atau mendirikan bangunan di lahan kosong sudut pasar itu merupakan pedagang pindahan dari TPS yang belum memiliki tempat, dan dipindahkan setelah memiliki tempat, "ujarnya.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 24

175 Peserta Umroh Pemkab Pesawaran Segera Disidik

175 Peserta Umroh Pemkab Pesawaran Segera Disidik

Aji – lampungtoday.com

Pesawaran : Kamis, (18/9) Kejaksaan Kalianda menjadwalkan akan turun ke pemkab Pesawaran guna melakukan penyidikan terhadap 175 jemaah umroh pesawaran, pengumpulan dan penyidikan tersebut dianggap penting sebab pihaknya sedang mencari titik terang terkait perkara kasus dugaan mark-up dana peningkatan si'ar agama Pemberangkatan umroh sebesar Rp. 4,3 Miliar, Yang menyeret Sekretaris Daerah Pesawaran, Hendarma sebagai saksi.

Tak mau ketinggalan Sejumlah awak mediapun bergegas berkumpul dihalaman Pemkab guna mengetahui perkembangan sejauh mana Kejaksaan melakukan penyidikan, namun sayang usaha media yang menunggu sejak pagi sampai petang harus sia-sia, sebab tak da tanda-tanda kejaksaan benar-benar turun ke pesawaran.

Hal ini dibenarkan Kepala Bagian Sosial (Kabag Sosial) Kabupaten Pesawaran, Razak ketika ditemui, ia mengaku sampai kini belum mendapat kabar berita dari pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda prihal bakal dilakukan pemeriksaan terhadap 175 Peserta Umroh tahun 2013 silam.

Menurut Razak jika wacana kejaksaan tersebut benar, tentu pihaknya siap memfasilitasi kedatangan para penyidik tersebut sebagaimana wacana yang disampaikan pihaknya kejaksaan hendak mengumpulkan keterangan peserta umroh guna melengkapi data penyidikan.

Artinya wacana kejaksaan akan turun hari ini Kamis, (18/9) hanya sebatas wacana,?, ” Tentunya kita akan diberitahu terlebih dahulu atau setidaknya surat jika kejaksaan akan datang ke sini (Pemkab
Pesawaran ,” Imbuhnya ketika ditemui diruang kerjanya kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, Lokasi pengumpulan peserta umroh nanti, rencananya akan dilakuakan di Gedung Serba Guna (GSG) Pesawaran . ruang GSG dinilai cukup mempuni menampung seluruh peserta, setidaknya penyidikan dapat dilakukan tanpa berdesakan. Ia menambahkan soal data pihaknya belum berani memenuhi permintaan media guna menyebar luaskan kepada publik, sebab soal ini didalamnya terdapat SK yang menyentuh langsung Bupati Pesawaran.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 31

Masyarakat Keluhkan Pelayanan PDAM Limau Kunci

Masyarakat Keluhkan Pelayanan PDAM Limau Kunci

Alpa - lampungtoday.com

Lampung Barat : Peayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Limau Kunci Kabupaten Lampung Barat sejak  beberapa hari terakhir ini sangat mengecewakan konsomen. Pasalnya suplay air bersih yang didistribusikan ke rumah-rumah warga dalam setengah bulan ini sering mati sehingga banyak warga yang mandi ke kali maupun anak sungai.

Neti warga Sukau mengatakan sejak beberapa minggu ini pasokan air bersih dari PDAM Limau Kunci Kabupaten Lampung Barat tidak menyala sama sekali. Ia mengatakan warga sekitar sudah beberapa kali ia dan masyarakat sekitar melaporkan kejadian tersebut ke pihak perusahaan pengelola air minum milik pemkab setempat tersebut. Namun hingga saat warga belum mendapatkan kepastian terkait tidak mengalirnya air yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Hal yang sama juga disampaikan Wirda Yuli yang juga mengeluhkan tidak mengalirnya suplay air bersih tersebut. Ia mengatakan akibat tidak mengalirnya air tersebutia dan beberapa warga harus pergi ke sungai atau kali untuk melakukan aktivitas mandi cuci kakus dengan menggunakan pancuran bambu dan terpaksa harus mengantri menunggu giliran.

 “Pelayanan PDAM belakangan ini buruk sekali, air bersih tidak lancar dan mati para warga tidak bisa mengkonsumsi air bersih.

Warga berharap kepada pihak Perusahaan Daerah Air Minum Pemkab Lampung Barat untuk segera memperbaiki dan kembali mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga seperti biasanya.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 25

Truk Bermuatan Kayu Olahan Terguling, Kemacetan Mengurai Hingga 2 Km

Truk Bermuatan Kayu Olahan Terguling, Kemacetan Mengurai Hingga 2 Km

Alpa lampungtoday-com

Lampung Barat : Sebuah truk bermuatan kayu olahan terguling di jalan Lintas Sumatera Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat. Tergulingnya truk bernopol B 9400 KDC itu membuat kemacetan mengular hingga 2 km.

Dari pengamatan wartawan lampungtoday.com-Alpa, Jumat (17/5), kemacetan tak terelakkan karena posisi truk yang terguling menutup separuh jalan. Selain itu berdasarkan keterangan Warsono sopir truck mengatakan mobil yang ia kendarai terguling karena berusaha menghindari lubang yang ada di tengah jalan.

Melihat kejadian tersebut warga sekitar dibantu anggota polsek setempat langsung melakukan evakuasi badan kendaraan menggunakan peralatan seadanya. "Kami meminta agar muatan truk diturunkan, karena kalau tidak truk akan sulit dievakuasi. Kasihan pengguna jalan yang lain, apalagi sekarang jam padat banyak orang mau beraktifitas," kata warga sekitar yang membantu proses evakuasi.

Untuk mengurai kendaraan yang mulai mengular, polisi terpaksa membuka arus lalu lintas dengan sistem buka tutup. Meski demikian, antrean kendaraan hingga sepanjang sekitar 2 km tidak bisa dihindari. Para pengguna jalan harus bersabar menunggu giliran keluar dari kemacetan tersebut.

Setelah hampir dua jam, badan truk bisa ditepikan setelah semua isi muatannya dikosongkan. Tidak ada korban dalam insiden kecelakaan tunggal tersebut.

  • Written by Arek Adhitiya
  • Hits: 26

Subcategories

Kontak :

Jalan Lintas Timur Simpang Bawang Latak, Menggala Tulang Bawang - Lampung - Indonesia

Kritik & Saran Kirim Ke E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. , This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

  • Today News
  • Politik
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal

Newsletter

Silahkan berlangganan Berita dengan memberikan alamat e-mail Anda.